Selasa, 05 Januari 2010

Tugas ISD

Pulau Komodo

Langsung ke: navigasi, cari Komodo

Geografi

ID - Komodo.PNG

Lokasi

Asia Tenggara

Koordinat

8.55° S 119.45° EKoordinat: 8.55° S 119.45° E

Kepulauan

Kepulauan Sunda Kecil

Wilayah

390 km²

Administrasi

Flag of Indonesia.svg Indonesia

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Demografi

Populasi

perkiraan 2000

Masyarakat pribumi

Bugis, dll

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Sejarah Pulau Komodo

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com

Wisata Taman Nasional Pulau Komodo

Bagi Anda yang gemar bepergian, Anda pasti tak ingin melewatkan objek wisata yang mengesankan di seluruh penjuru nusantara. Berpetualang ke pulau-pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari akan membuat liburan Anda tak terlupakan. Bayangkan, Anda juga berkesempatan untuk melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara, sekaligus berperan serta menjaga kelestariannya. Anda dan keluarga tak hanya betah menikmati wisata alamnya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia. Dan di sini, di Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Anda akan mendapatkan semuanya.

Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo Dragon” ini.

Menyandang nama latin Varanus Komodoensis dan nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.

Berkat usaha pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian Taman Nasional, wisatawan yang datang kini dapat berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan panjang tubuh 2-3 meter, komodo dapat memiliki berat hingga 70-100 kilogram. Hewan yang menyukai tempat panas dan kering ini hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menjaga panas tubuhnya di malam hari. Sebagai karnivora yang berada di puncak rantai makanan, mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Gigitannya yang mengandung bisa dan bakteri yang mematikan, ditambah cakar depannya yang tajam merupakan senjata alaminya. Selain itu, komodo ternyata mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.

Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur. Walaupun demikian, penelitian membuktikan terdapat cara lain komodo melakukan regenerasi, yakni dengan cara partenogenesis. Cara ini memungkinkan komodo betina untuk menghasilkan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Akan tetapi, kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.

Menikmati wisata Taman Nasional Pulau Komodo dengan mengamati kehidupan komodo dari dekat mungkin belum cukup bagi Anda. Bagi Anda yang hobi dengan olahraga air, Anda dapat mencoba melakukan penyelaman di perairan utara maupun selatan kepulauan ini. Perairan utara merupakan perairan hangat hasil pertemuan arus dari Laut Banda dan Flores. Sebaliknya, perairan selatan menawarkan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia. Kombinasi kedua karakter perairan yang berbeda ini menghasilkan ekosistem bawah laut yang kaya. Berbagai macam jenis terumbu karang hidup subur dan menjadi tempat hidup sekian banyak spesies ikan sekaligus penyedia sistem penunjang kehidupan air laut. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona, yang menyimpan berjuta potensi keanekaragaman hayati.

Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, Pulau Komodo menyediakan akomodasi mulai dari pondokan yang didirikan masyarakat setempat sampai resort bertaraf internasional. Bagi wisatawan domestik, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 75.000, sedangkan wisatawan asing sebesar US$ 15. Untuk mencapai Pulau Komodo, Anda dapat melalui rute pesawat dari Kupang (ibukota Nusa Tenggara Timur-NTT) ke kota Ende di Pulau Flores. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan minibus ke Labuhanbajo yang memakan waktu 10 jam. Dari Labuhanbajo, speedboat akan membawa Anda ke Pulau Komodo setelah menempuh penyeberangan selama 2 jam. Beberapa rute lainnya dapat Anda tempuh dengan penerbangan dari Bali sesuai maskapai penerbangan yang melayani tujuan ke NTT. Berbagai paket wisata yang ditawarkan agen wisata rasanya cukup menarik untuk dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mendatangi Pulau Komodo ini.

Eco-wisata yang dicanangkan pemerintah terhadap Taman Nasional Pulau Komodo ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik / manca negara. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke sana. Dengan peraturan dan keamanan berwisata yang terjaga, manusia dan Komodo dapat hidup berdampingan dengan damai. Dan layaknya anak-anak, kecintaan mereka terhadap Komodo merupakan benih-benih yang dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kekayaan negeri dan sejarahnya. Nampaknya pesan inilah yang dulu di tahun 90-an pernah dibawakan dengan apik oleh Kak Seto lewat boneka Si Komo-nya. Lewat karakter Si Komo, Kak Seto membawa pesan pelestarian komodo ke hati dan pikiran anak-anak Indonesia, agar mereka bangga dengan kekayaan negerinya.

Jika demikian, sangat layak kiranya Taman Nasional Pulau Komodo diangkat menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Alam (7 Wonders Of Nature), bersanding dengan beragam keajaiban dunia lainnya yang mengagumkan. Jejak-jejak kehidupan dunia purba telah menyajikan dirinya kepada manusia hari ini untuk becermin melihat sejarah dunia masa lalu. Kehidupan yang telah melewati ratusan, bahkan ribuan tahun. Lewat Taman Nasional Pulau Komodo ini, dunia hari ini memiliki warisan yang tak ternilai harganya untuk dilestarikan. Mari dukung Taman Nasional Pulau Komodo menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam. Dengan demikian, Anda telah berpartisipasi dalam usaha memperkenalkan Taman Nasional Pulau Komodo kepada dunia, sehingga upaya pelestarian ini tidak hanya menjadi perhatian bangsa Indonesia, tapi seluruh masyarakat dunia. Vote Taman Nasional Pulau Komodo for 7 Wonders of Nature.

Jadi, sudahkah Anda memutuskan tujuan wisata keluarga di liburan kali ini? Tentu, Taman Nasional Pulau Komodo jawabannya. Hanya satu-satunya di dunia. Hanya di Indonesia.

Pulau Komodo Indonesia adalah tempat spektakular dunia

Indonesia memang negeri yang elok. Hal ini sudah diakui oleh dunia. Salah satu tempat di Indonesia yang diakui spektakuler adalah pulau Komodo. Tempat tersebut dicatat oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu tempat yang dilindungi. Berikut adalah tempat-tempat favorit peninggalan dunia.

1. Batu pematang raksasa (Giant’s Causeway), Irlandia Utara

Lebih dari 40.000 batu vulkanis kokoh muncul di lautan sebagai hasil aktivitas vulkanis sekitar 50-60juta tahun lalu.

2. Wadi Al-Hitan (Whale Valley), Mesir

Area ini berada di selatan Kairo Mesir yang menceritakan evolusi. Tulang dan rangka berserakan yang memperlihatkan transformasi paus dari binatang di daratan menuju mamalia yang berenang di lautan

3. Danau Baikal, Siberia Tenggara

Terbentuk 25 juta tahun lalu, danau ini adalah danau tertua, terdalam di dunia. Kedalaman mencapai 5577 kaki (sekitar 1.8km).

4.Komodo National Park, Indonesia

Taman nasional komodo ini adalah tempat lebih dari 5700 kadal raksasa alias komodo. Di tempat ini juga tinggal 4000 orang. Taman ini berlokasi di pulau vulkanis daerah Wallacea Indonesia. Tempat ini satu-satunya habitat alami komodo di dunia, dan diakui oleh World Wildlife Federation dan Conservatioan International sebagai prioritas konservasi global.

5.Grand Canyon, Amerika Serikat

Diketahui sebagai salah satu dari tujuh tempat keajaiban dunia. Grand Canyon diperkirakan terjadi 65 juta tahun lalau saat Colorado Plateou terangkat ke atas sepanjang 1.5 mil di atas permukaan laut.

Pulau Komodo Jurasik-Parknya Indonesia

Sebuah pulau perkampungan nelayan di perairan Komodo

Sebuah pulau perkampungan nelayan di perairan Komodo

Ada orang yang menyebut tempat ini Jurassic Parknya Indonesia”, jelas guide kami ketika memimpin trekking di savana Pulau Komodo. Apa yang ada di pikiran Anda begitu mendengar Pulau Komodo? Reptil besar yang menjulur-julurkan lidah bercabangnya mencari mangsa? Setidaknya itulah yang muncul di kepala kami ketika pertama berkunjung ke kepulauan di Nusa Tenggara Timur ini. Tapi rupanya Kepulauan Komodo tidak hanya karnivora purba itu, melainkan sebuah paket ekowisata darat dan bawah laut yang begitu menawan.

Bertolak dari Jakarta pagi-pagi, menjelang siang kami mendarat di Denpasar. Lantas berganti pesawat menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ini adalah akses udara paling dekat ke Komodo. Dari Labuan Bajo, wisatawan bisa naik speed boat ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca, dua pulau utama yang dihuni Komodo.

Pesona Komodo langsung dimulai ketika kami masih melayang di udara. Dari jendela pesawat, terlihat gugusan pulau yang diapit pulau Flores dan Sumbawa ini didominasi warna rumput savana yang menguning dan tanah merah kering. Uniknya, pulau-pulau tandus ini dilingkari pantai dan laut yang indah. Di beberapa pulau ini hidup sekitar 2500 ekor hewan yang dikenal di luar negeri dengan nama yang sangar, Komodo dragon.

Trekking di savana. Seperti tidak berada di Indonesia

Trekking di savana. Seperti tidak berada di Indonesia

Terletak di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Komodo (TNK) didirikan pada tahun 1980 untuk melestarikan binatang langka Komodo (Varanus komodoensis) dan keanekaragaman hayati darat dan laut kawasan ini. Sebagai pengakuan dunia atas kekayaan alam ini, kawasan seluas 1.817 km2 ini dikukuhkan sebagai Cagar Manusia dan Biosfir serta Situs Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1986.

Tujuan kami yang pertama adalah pintu masuk ke Taman Nasional Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca. Alam di Loh Buaya sangat berbeda dibanding wilayah Indonesia kebanyakan. Ke mana pun mata memandang, terlihat bukit-bukit kecil yang didominasi rumput dan semak yang menguning di musim kering. Lazimnya savana, tidak banyak pohon yang tumbuh di sini. Di beberapa bagian menjulang pohon lontar secara bergerombol.

Setelah membayar tiket dan sumbangan untuk konservasi, seorang petugas TNK akan mendampingi turis melintasi trek yang telah disediakan untuk menikmati alam savana dan tentu saja melihat komodo di alam liar mereka. Setiap petugas membawa tongkat kayu berukuran 2 meteran dengan ujung bercabang dua sebagai senjata kalau ada komodo yang mengganggu. Dengan teknik yang tepat, sodokan ujung tongkat ke bahu komodo akan membuat hewan ini mundur.

Di kawasan ini Komodo adalah raja rantai makanan karena tidak punya pemangsa. Mereka memangsa apa saja, mulai dari kerbau liar, rusa, termasuk bahkan anak komodo dan komodo dewasa. Lidahnya yang super sensitif bisa menangkap bau darah dari jarak lebih dari satu kilometer. Gayanya menangkap mangsa adalah dengan bermalas-malasan seperti tidak peduli, tapi begitu mangsa mendekat, secepat kilat mereka menyerang. Bila mangsa belum lumpuh dalam serangan pertama, air liurnya yang mengandung bakteri mematikan membuat mangsa yang sudah dilukai lama-lama akan lemah.

Komodo dragon

Komodo dragon

Selain itu, kami juga mengunjungi Loh Liang di Pulau Komodo. Selain hewan komodo, di pulau ini kita bisa melihat berbagai jenis burung liar seperti kakak tua jambul kuning sampai burung gosong. Di sini fasilitas turis mulai dari kamar kecil, toko cenderamata sampai ruang selamat datang sangat bagus dan bersih, didominasi unsur kayu bergaya minimalis. Tidak kalah dengan fasilitas turis luar negeri. Fasilitas ini dibangun atas kerjasama NGO konservasi, The Nature Conservancy (TNC) dengan TNK dan pemerintah melalui PT Putri Naga Komodo. Kerjasama ini diharapkan bisa melestarikan alam Komodo yang kaya tapi juga bisa membangun ekoturisme yang mandiri.

Selain pesona darat, alam bawah laut Komodo sangat mempesona. Menurut hasil penelitian TNC yang sudah lama membantu konservasi daerah ini, keanekaragaman hayati dan terumbu karang kepulauan ini sangat kaya. Paling tidak ditemukan lebih dari 1.000 spesies ikan, 385 spesies terumbu karang, 70 spesies sepon dan 16 spesies paus dan lumba-lumba.Tidak heran kalau Komodo menjadi salah satu lokasi selam terbaik di dunia.

Berbekal peralatan snorkling, kami mencebur di Pantai Merah. Tiba-tiba kita merasa berada di dunia lain. Ikan dalam berbagai rupa, ukuran dan warna berseliweran santai di sekitar kita. Sementara itu terumbu karang dengan segala bentuk yang unik membuat kami betah berlama-lama memandang surga bawah air ini.

Di kawasan Taman Nasional ini tinggal sekitar 4.000 penduduk yang tersebar di empat area pemukiman (Komodo, Rinca, Kerora, dan Papagaran). Semua kampung-kampung ini telah ada jauh sebelum tahun 1980, saat di mana area ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional. Kebanyakan adalah nelayan yang berasal dari Bima (Sumbawa), Manggarai, Flores Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Kawasan Komodo menyajikan warna-warna alam yang kontras mulai dari langit biru, laut biru kehijauan, ilalang menguning, tanah merah.

Kawasan Komodo menyajikan warna-warna alam yang kontras mulai dari langit biru, laut biru kehijauan, ilalang menguning, tanah merah.

Bersama penduduk inilah pemerintah, Taman Nasional dan TNC bekerjasama untuk menjaga kekayaan alam Komodo. Tantangannya beragam mulai dari pertumbuhan penduduk dan perkembangan pariwisata tidak terkendali sampai teknik penangkapan ikan yang merusak, mulai dari bom ikan, penggunaan pukat harimau, dan penangkapan yang berlebihan. Sekali ekosistem ini rusak, akan butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk memulihkan kerajaan indah sang naga ini.

Tempat yang penting dikunjungi di Komodo: Loh Liang di Pulau Komodo dan Loh Buaya di Pulau Rinca. Bagi yang senang diving atau snorkeling, banyak sekali site yang indah untuk dinikmati. Pemandu turis di Labuan Bajo bisa menunjukkan tempat yang tepat.

Penginapan: Banyak penginapan yang tersedia di Labuhan Bajo. Bahkan tahun ini telah berdiri sebuah hotel berbintang 4 di kota ini.http://www.balihotelsdiscount.com/hotel_Bintang_Flores_Hotel_373_Flores_Island_33.html

Sebagai alternatif, ada juga bungalow di Pulau Rinca, atau sekalian ingin pengalaman yang berbeda, bisa menyewa kapal yang sudah dilengkapi dengan kamar untuk menginap.

Transportasi: Sebaiknya mereservasi pesawat dari Denpasar ke Labuhan Bajo beberapa hari sebelumnya, karena penerbangan terbatas dan penumpang cukup banyak. Tiketnya sekitar 600 ribu. Sedangkan untuk mencapai Pulau Komodo dari Labuhan Bajo, cara terbaik adalah menyewa speedboat. Selain itu bisa juga menumpang boat umum yang dipakai masyarakat sekitarnya.

Waktu kami traveling: Pertengahan Januari 2008. Waktu yang disarankan 2-3 hari.

Suhu: Hampir sepanjang tahun, matahari memancar benderang di sini, sehingga suhu cukup panas dan suasana kering. Siapkan topi, kaos lengan panjang, sun screen, kalau Anda keberatan kulit agak menghitam.

Oleh-oleh: Tenun ikat, patung kayu komodo, dan aksesoris mutiari

Tour ke Pulau Komodo

Pulau Komodo telah terkenal sejak puluhan tahun silam dengan KomodoKomodo tours Dragon yang disebut juga Varanus Komodo. Pulau Komodo termasuk salah satu gugusan pulau yang berada di Taman Nasional Komodo di Flores bagian barat, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Perjalanan mengunjungi binatang purba ini bisa dilakukan melalui jalur Labuan Bajo atau melalui Sape di Pulau Sumbawa bagian timur. Tetapi disarankan untuk masuk melalui Labuan Bajo karena jaraknya hanya berkisar 3 jam perjalanan dengan perahu motor.

Salah satu perusahaan yang biasa mengatur tour untuk mengunjungi Taman Nasional ini adalah Komodo Adventure Tours and Travel yang berkantor pusat di Labuan Bajo. Perusahaan ini menyajikan beberapa program tour pilihan yang sesuai selera wisatawan, di antaranya adalah 2 hari Komodo Tours, 3 hari Komodo Tours mengunjungi Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Kalong dan Pulau Bidadari. Dengan Komodo Adventure Tours and Travel perjalanan Anda akan terjamin karena dipandu oleh pemandu wisata yang berpengalaman.

Yang paling berkesan dalam perjalanan wisata atau tour ke Taman Nasional Komodo adalah kita bisa menyaksikan dari dekat aktifitas binatang purba ini dan juga binatang liar lainnya dihabitatnya sendiri. Berbeda jika kita mengunjungi kebun binatang yang hanya melihat binatang dari jarak yang telah ditentukan.

Komodo telah lama menetap di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, dua pulau kecil yang termasuk di dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat. Jika Anda merencanakan tour atau perjalanan dari Bali, maka ada 2 penerbangan rutin yang ada yaitu Indonesia Air Transport dan Merpati.
Tour bisa dimulai jam 05:00 pagi dan kembali ke Labuan Bajo sekitar jam 08:00 malam. Kelelahan tidak akan terasa karena sepanjang perjalanan dengan perahu motor, Anda akan melihat banyak pulau tanpa penghuni dengan keindahan masing – masing.

Siap menjelajahi pemandangan di bawah laut sekitar Taman Nasional Komodo ? Wow, banyak tempat diving yang berada di sekitar taman nasional ini. Beraneka ragam karang laut, ikan dan tumbuhan laut akan mempesona Anda. Komodo Adventure Tours menawarkan paket pilihan untuk diving mulai dari 1 hari sampai 4 hari diving tour.

Ini adalah sekelumit pandangan saya tentang Komodo National Park atau Taman Nasional Komodo yang telah saya kunjungi beberapa waktu lalu. Indah and menakjubkan. Binatang purba yang besar membuat Anda betah berlama – lama di Pulau Rinca dan Komodo.

Pulau komodo turun drastic dari 5 Keajaiban Dunia

15 Dec 2009

Posisi Komodo (Varanus comodoensis) mulai tergeser dari finalis tujuh keajaiban dunia (seven wonders nature). Hal itu dikayakan Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya NTT Ansgerius Takalapeta di Kupang, Sabtu (12/12).

Satwa purba yang dipercaya sebagai dinosaurus terakhir di muka bumi ini tergeser dari posisi lima besar menjadi 17 dari 28 finalis tujuh keajaiban dunia. "Hampir setengah tahun sejak Juli 2009, binatang langka penghuni Pulau Komodo di ujung barat Pulau Flores itu masih berada di posisi lima besar setelah hutan Amazon di Brasil, Pulau Bu Tinah di Uni Emirat Arab, Pulau Galapagos di Ekuador dan Sungai Iguanzu Falls di Brasil," ujar Takalapeta.

Ia menduga anjloknya posisi Komodo diduga kuat karena melemahnya dukungan dari masyarakat. "Dalam beberapa bulan terakhir ini, pelayanan telekomunikasi di NTT amat sangat buruk, sehingga untuk mengakses internet melalui jaringan speedy sekali pun, sama juga sulitnya. Mungkin karena faktor jaringan telekomunikasi inilah yang menyebabkan dukungan dari NTT melemah, karena terhadang faktor tersebut. Kita harapkan PT Telkom dapat memperhatikan masalah ini," katanya.

Buruknya layanan PT Telkom ini, khususnya jaringan speedy ini sudah berulang kali disampaikan, namun tidak begitu digubris oleh perusahaan penyedia layanan telekomunikasi itu. Untuk memberikan dukungan terhadap Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia, harus melalui vote di internet lewat www.new7wonders.

Takalapeta mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan ajang pemilihan itu dengan memberikan suaranya melalui www.new7wonders.com. "Kita punya waktu sampai 2011 untuk memilih dan membuat Pulau Komodo masuk dalam tujuh keajaiban dunia," katanya.

grand-canyon-625x450

Tidak ada komentar:

Posting Komentar